Sunni yang Sunni
Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ah-nya al-Musawi

Mahmud az-Za'by


70. 'Ammar ibn Mu'awiyah adz-Dzihni1

Imam Ahmad memandang 'Ammar sebagai orang tsiqat. Demikian pula Ibn Mu'in dan Abu Hatim. Dalam Kitab Mizan, adz-Dzahabi berkata: "Aku tidak pernah melihat orang yang membicarakan 'Ammar selain al-Aqili. Pembicaraannya dikaitkan dengan pernyataan Abu Bakar ibn 'Iyasy seperti berikut ini. "Apakah engkau mendengar dari Said ibn Jubair?" Tanya Abu Bakar kepada 'Ammar. "Tidak," jawab Ammar. "Pergilah!", kata Abu Bakar. Adz-Dzahabi menegaskan bahwa riwayat Ammar dari Said yang terdapat di dalam Sunan ibn Majah adalah riwayat yang munqathi'. Ibn 'Uyainah berkata: "Basyar ibn Marwan memastikan, bahwa 'Ammar adalah Syi'ah:"

Para ulama sepakat mengenai keadilan 'Animar ibn Mu'awiyah dan ketsiqatannya. Mereka tidak ada yang mengecamnya selain Ibn 'Uyainah yang menuduh Ammar sebagai Syi'ah. Ini pun tidak mengurangi keadaan 'Ammar yang dikenal jujur dan amanah. Karena itu, Imam Muslim dan sebagian dari ashabus-Sunan menerima haditsnya.

Catatan kaki:

1 Tahdzib at-Tahdzib, 7/406; Mizan al-I'tidal, 3/170.

Daftar Isi | al-Firdaus.com


Sunni yang Sunni -- Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ahnya al-Musawi oleh Mahmud az-Zaby
Diterjemahkan dari Al-Bayyinat, fi ar-Radd' ala Abatil al-Muraja'at
karangan Mahmud az-Za'bi, (t.p), (t.t). Mahmud az-Za'bi.
Penerjemah: Ahmadi Thaha dan Ilyas Ismail
Penyunting: Ahsin Mohammad
Diterbitkan oleh Penerbit PUSTAKA
Jalan Ganesha 7, Tilp. 84186
Bandung, 40132
Cetakan I : 1410H-1989M