Sunni yang Sunni
Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ah-nya al-Musawi

Mahmud az-Za'by


30. Salim ibn Abi Hafshah al-Ajli al-Kufi1

Al-Fallas berkata: "Salim itu dha'if, ia berlebih-lebihan dalam tasyayyu'"'. Tidak benar jika ada pendapat yang menyatakan bahwa Ibn Mu'in memandang ketsiqatan Salim secara mutlak. Dalam hal ini, pernyataan ibn Mu'in agak kontradiktif. Kepada ad-Duri, ia berkata bahwa Salim orang Syi'ah. Sementara Ibn Ishaq meriwayatkan dari Ibn Mu'in bahwa Salim adalah tsiqat.

Menurut Abu Hatim, ia orang Syi'ah tulen. Haditsnya dapat ditulis, tapi tidak dapat dijadikan hujjah. Hajjaj ibn Minhak menyatakan bahwa ia termasuk pelopor yang mendiskreditkan Abu Bakar dan 'Umar. Ibn 'Adi berkata: "Salim memiliki banyak hadits. Hadits-hadits yang diriwayatkannya kebanyakan mengenai keutamaan Ahlul Bayt. Ia termasuk orang Syi'ah Kufah yang berlebih-lebihan. Kelemahannya yang utama adalah sikap yang, berlebih-lebihan itu. Mengenai hadits-haditsnya, saya kira tidak ada masalah."

Pada umumnya ulama hadits mengecam Salim. Ia tidak tsiqat. Karena itu, ashabus-Sunan tidak meriwayatkan haditsnya, kecuali Imam Turmudzi. Ia meriwayatkan satu hadits darinya dalam al-Mutaba'at wa sy-Syawahid. Periwayatan Turmudzi ini tidak berarti Salim itu tsiqat. Sebab kadang-kadang ada hadits yang ditulis, tapi tidak dijadikan hujjah

Catatan kaki:

1 Mizan al-I'tidal, 2/110; Tahdzib at-Tahdzib, 3/433.

Daftar Isi | al-Firdaus.com


Sunni yang Sunni -- Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ahnya al-Musawi oleh Mahmud az-Zaby
Diterjemahkan dari Al-Bayyinat, fi ar-Radd' ala Abatil al-Muraja'at
karangan Mahmud az-Za'bi, (t.p), (t.t). Mahmud az-Za'bi.
Penerjemah: Ahmadi Thaha dan Ilyas Ismail
Penyunting: Ahsin Mohammad
Diterbitkan oleh Penerbit PUSTAKA
Jalan Ganesha 7, Tilp. 84186
Bandung, 40132
Cetakan I : 1410H-1989M