Sunni yang Sunni
Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ah-nya al-Musawi

Mahmud az-Za'by


25. 'Khalid ibn Mukhallad al-Qathwani1

Ibn Hajar berkata: "Para pemuka dan guru-guru imam Bukhari meriwayatkan hadits dari Khalid. Imam Bukhari juga meriwayatkan satu hadits darinya". Menurut al-Ajli, ia tsiqat, tapi bertasyayyu'. Ibn Sa'ad berkata: "ia seorang Syi'ah yang berlebih-lebihan." Shalih ibn Jazarah berkata: "Khalid itu tsiqat, tapi ia dituduh pemuja 'Ali yang ekstrim." Menurut Ahmad Abu Dawud ia jujur, tapi bertasyayyu'. Abu Hatim berkata: "Haditsnya bisa ditulis, tapi tidak dapat dijadikan hujjah."

Ibn Hajar menanggapi pendapat-pendapat di atas. Katanya: "Mengenai tasyayyu', sudah kukatakan sebelumnya bahwa itu tidak membahayakan, apalagi jika ia tidak mempromosikan bid'ahnya." Adapun hadits-haditsnya yang munkar, telah diseleksi oleh Ahmad ibn Adi, lalu ia menuturkannya secara sempurna. Dan hadits-hadits yang munkar itu, bukan hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari.

Dari keterangan di atas jelaslah bahwa para ulama telah sepakat akan kejujuran Khalid. Mereka memandang dia bertasyayyu', tapi bukan rafadh, dan tidak mempromosikan bid'ahnya. Karena itu tidak ada persoalan untuk berhujjah dengan haditsnya. Ini menunjukkan kejujuran ulama Sunni dan komitmen mereka terhadap metoda yang mereka buat dalam penerimaan riwayat.

Catatan kaki:

1 Hadi as-Sari, 2/163.

Daftar Isi | al-Firdaus.com


Sunni yang Sunni -- Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ahnya al-Musawi oleh Mahmud az-Zaby
Diterjemahkan dari Al-Bayyinat, fi ar-Radd' ala Abatil al-Muraja'at
karangan Mahmud az-Za'bi, (t.p), (t.t). Mahmud az-Za'bi.
Penerjemah: Ahmadi Thaha dan Ilyas Ismail
Penyunting: Ahsin Mohammad
Diterbitkan oleh Penerbit PUSTAKA
Jalan Ganesha 7, Tilp. 84186
Bandung, 40132
Cetakan I : 1410H-1989M