Sunni yang Sunni
Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ah-nya al-Musawi

Mahmud az-Za'by


23. Hammad ibn Isa al-Juhani Ghariq al-Juhfah1

Ibn Mu'in menyatakan Hammad sebagai seorang tua yang saleh. Menurut Abu Hatim, haditsnya dha'if. Al-Ajiri juga memandang dia dha'if dan banyak meriwayatkan hadits munkar. Ibn Hajar berkata: "Hakim dan Naqasyi meriwayatkan dari Ibn Juraij dan Ja'far ash-Shadiq hadits-hadits palsu." Ad-Daruquthni memandang Hammad dha'if. Ibn Hibban menyatakan seperti yang dikemukakan Hakim dan Naqasyi di atas. Dan ibn Makhul berkata: "Ulama hadits mendha'ifkan hadits-hadits Hammad."

Dari keterangan di atas, jelaslah bahwa para ahli hadits memandang hadits Hammad lemah atau dha'if, dan tidak dapat dijadikan hujjah. Berbeda dengan kesepakatan ulama hadits, al-Musawi, penulis Dialog Sunnah-Syi'ah, memandang Hammad sebagai salah seorang perawi mereka yang tsiqat.

Al-Musawi, penulis Dialog Sunnah-Syi'ah berkata: "Sungguh mengherankan al-Daruquthni mendha'ifkan hadits Hammad, tetapi ia meriwayatkan dalam kitab Sunannya. Menurut hemat saya, tidak ada yang perlu diherankan. Sebab di kalangan ulama hadits, tidak dipandang berlawanan antara menjatuhkan hukum dha'if terhadap seorang perawi dengan tindakan meriwayatkan hadits-hadits darinya. Maka sering dijumpai hadits seorang perawi ditulis, tetapi tidak dijadikan hujjah. Untuk itu telah terkenal di kalangan ulama hadits kata-kata berikut: yuktabu haditsuhu wa ia yuhtajju bihi, (haditsnya bisa ditulis, tetapi tidak dapat dijadikan hujjah).

Catatan kaki:

1 Tahdzib at-Tahdzib, 3/18.

Daftar Isi | al-Firdaus.com


Sunni yang Sunni -- Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ahnya al-Musawi oleh Mahmud az-Zaby
Diterjemahkan dari Al-Bayyinat, fi ar-Radd' ala Abatil al-Muraja'at
karangan Mahmud az-Za'bi, (t.p), (t.t). Mahmud az-Za'bi.
Penerjemah: Ahmadi Thaha dan Ilyas Ismail
Penyunting: Ahsin Mohammad
Diterbitkan oleh Penerbit PUSTAKA
Jalan Ganesha 7, Tilp. 84186
Bandung, 40132
Cetakan I : 1410H-1989M