Sunni yang Sunni
Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ah-nya al-Musawi

Mahmud az-Za'by


15. Ja'far ibn Ziyad al-Ahmar al-Kufi1

Menurut Ahmad, hadits Ja'far baik. Sekelompok orang menyatakan, seperti dinukilkan dari ibn Mu'in, bahwa Ja'far tsiqat. Tapi menurut Muhammad ibn 'Utsman ibn Abi Syaibah dari Yahya, Ja'far seorang Syi'ah. Al-Jauzjani berkata, Ja'far menyimpang jauh dari jalan yang benar. Tapi Ya'qub ibn Abi Sufyan memandang Ja'far orang tsiqat. Menurut Abu Zara'ah, ia sangat jujur. Abu Dawud pun menilainya jujur, walaupun ia seorang Syi'ah. Ibn Muhdi meriwayatkan hadits darinya. Dan kata al-Nasa'i, "Tak ada cela pada, diri Ja'far."

Dengan melihat pendapat-pendapat ulama diatas, tampak nyata kesepakatan ulama mengenai kejujuran Ja'far. Ia seorang Syi'ah, tetapi bukan Rafidhah. Ia pembid'ah yang tidak kafir lantaran bid'ahnya. Ia juga tidak mempromosikan bid'ahnya, juga tidak menghalalkan cara berdusta demi bid'ahnya. Karena itu, tak ada alasan untuk tidak menerima riwayatnya.

Catatan kaki:

1 Tahdzib at-Tahdzib, 2/92; Mizan a!-I'tidal, 2/407.

 

Daftar Isi | al-Firdaus.com


Sunni yang Sunni -- Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ahnya al-Musawi oleh Mahmud az-Zaby
Diterjemahkan dari Al-Bayyinat, fi ar-Radd' ala Abatil al-Muraja'at
karangan Mahmud az-Za'bi, (t.p), (t.t). Mahmud az-Za'bi.
Penerjemah: Ahmadi Thaha dan Ilyas Ismail
Penyunting: Ahsin Mohammad
Diterbitkan oleh Penerbit PUSTAKA
Jalan Ganesha 7, Tilp. 84186
Bandung, 40132
Cetakan I : 1410H-1989M