Sunni yang Sunni
Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ah-nya al-Musawi

Mahmud az-Za'by


12. Tsuwair ibn Abi Fakhitah1

Yunus ibn Ishaq menilai Tsuwair seorang Rafidhah. Ibn Mu'in menganggap hadits Tsuwair tidak ada nilainya. Abu Hatim dan ulama lain menyatakan haditsnya dha'if. Menurut ad-Daruquthni, hadits Tsuwair matruk. Sedang al-Tsawri memandang Tsuwair termasuk kelompok pendusta. Imam Bukhari mengabarkan, Yahya dan ibn Muhdi tidak menerima alias meninggalkan riwayat dari Tsuwair.

Menurut ibn 'Adi2, ia memang seorang; Rafidhah, sehingga banyak orang yang memandang haditsnya lemah. Kelemahannya tampak jelas di dalam sejumlah riwayatnya. Hadits Tsuwair memang lebih mendekad dha'if daripada shahih.

Ringkasnya, menurut penilaian para, ahli hadits, hadits Tsuwair tidak dapat dijadikan hujjah, walaupun Turmudzi meriwayatkannya. Ia bukan seorang tsiqat. Kelemahannya terletak pada aqidahnya, yaitu Rafidhah.

Catatan kaki:

1 Mizan al-I'tidal adz-Dzahabi, 1/375.

2 Tahdzib at-Tahdzib, 2/36.

 

Daftar Isi | al-Firdaus.com


Sunni yang Sunni -- Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ahnya al-Musawi oleh Mahmud az-Zaby
Diterjemahkan dari Al-Bayyinat, fi ar-Radd' ala Abatil al-Muraja'at
karangan Mahmud az-Za'bi, (t.p), (t.t). Mahmud az-Za'bi.
Penerjemah: Ahmadi Thaha dan Ilyas Ismail
Penyunting: Ahsin Mohammad
Diterbitkan oleh Penerbit PUSTAKA
Jalan Ganesha 7, Tilp. 84186
Bandung, 40132
Cetakan I : 1410H-1989M