| |
Jenis-Jenis Kisah Dalam Al-Quran
Kisah-kisah
al-Quran terbahagi kepada tiga jenis:
-
Kisah para
nabi dan rasul berkenaan apa yang berlaku pada mereka dengan
orang yang beriman dan orang yang kafir.
-
Kisah tentang
individu-individu dan kumpulan-kumpulan berkenaan apa yang
berlaku pada mereka yang mempunyai pengajaran lalu dibawa kepada
kita oleh Allah Ta‘ala. Contohnya ialah kisah Maryam, Luqman,
orang yang melewati satu kampung yang gersang, Zul Qarnain,
Qarun, Ashab al-Kahfi,
Ashab al-Fil,
Ashab al-Ukhdud dan
lain-lain.
-
Kisah tentang
peristiwa-peristiwa dan kaum-kaum pada zaman Nabi s.a.w. seperti
peperanga Badar, Uhud, al-Ahzab, kisah Banu Quraizah, Bani
al-Nadir, Zaid bin Harithah, Abu Lahab dan lain-lain.
Hikmah Kisah Al-Quran
Kisah-kisah
al-Quran mengandungi pelbagai hikmah yang besar, antaranya:
-
Menerangkan hikmah
Allah Ta‘ala di sebalik pengajaran kisah-kisah ini berdasarkan
firman Allah Ta‘ala (al-Qamar 54:4-5) -
Maksudnya:
Dan sesungguhnya telah datang kepada
mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari
kekafiran), itulah suatu hikmah yang sempurna maka
peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka).
-
Menerangkan
keadilan Allah Ta‘ala dengan menghukum golongan pendusta
berdasarkan firman Allah Ta‘ala (Hud 11:101) -
Maksudnya:
Dan Kami tidaklah menganiaya mereka,
tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, kerana itu
tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan
yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang.
-
Menerangkan sifat
pemurah Allah Ta‘ala dengan membalas pahala golongan beriman
berdasarkan firman Allah Ta‘ala (al-Qamar 54:34-35) -
Maksudnya:
Kecuali keluarga Luth, Kami
selamatkan mereka di waktu sebelum fajar menyingsing. Sebagai
nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada
orang-orang yang bersyukur.
-
Menenangkan hati
Nabi daripada keburukan yang menimpanya daripada golongan
pendusta berdasarkan firman Allah Ta‘ala (Fatir 35:25-26) -
Maksudnya: Dan jika mereka
mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum
mereka telah mendustakan (rasul-rasulNya); kepada mereka telah
datang rasul-rasulNya dengan membawa mukjizat yang nyata,
lembaran-lembaran dan kitab yang memberi penjelasan yang
sempurna. Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka
lihatlah bagaimana hebatnya akibat kemurkaanKu.
-
Menggalakkan
golongan beriman supaya teguh di atas keimanan dan menambahkan
iman mereka selepas mengetahui keselamatan golongan beriman
terdahulu dan kejayaan mereka yang diperintah berjihad:
-
Firman Allah
Ta‘ala (al-Anbiya 21:88) -
Maksudnya:
Maka Kami telah memperkenankan
doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan
demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.
-
Firman Allah
Ta‘ala (al-Rum 30:47) -
Maksudnya:
Dan sesungguhnya Kami telah
mengutuskan sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya,
mereka datang kepada kaum mereka dengan membawa
keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan
pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan kami
selalu berkewajipan menolong orang-orang yang beriman.
-
Memberi amaran
kepada golongan kafir daripada berterusan dalam kekufuran mereka
berdasarkan firman Allah Ta‘ala (Muhammad 47:10) -
Maksudnya:
Maka apakah mereka tidak berjalan di
muka bumi agar mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan
orang-orang yang sebelum mereka; Allah telah menimpakan
kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima
akibat-akibat seperti itu.
-
Menetapkan risalah
Nabi s.a.w.. Sesungguhnya berita umat-umat terdahulu tidak
diketahui oleh sesiapapun selain Allah Ta‘ala -
-
Firman Allah
Ta‘ala (Hud 11:49) -
Maksudnya:
Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang
ghaib yang Kami wahyukan kepadamu; tidak pernah kamu
mengetahuinya dan tidak pula kaummu sebelum ini. Maka
bersabarlah, sesungguhnya kesudahan yang baik ialah bagi
orang-orang yang bertakwa.
-
Firman Allah
Ta‘ala (Ibrahim 14:9)
- Maksudnya: Belumkah sampai
kepadamu berita orang-orang sebelum kamu iaitu kaum Nuh,
'Ad, Thamud dan orang-orang sesudah mereka. Tidak ada yang
mengetahui tentang mereka selain Allah.
Pengulangan Kisah
Terdapat kisah
al-Quran yang disebut sekali sahaja seperti kisah Luqman dan
Ashab al-Kahfi. Ada pula
kisah yang berulang mengikut keperluan dan
maslahah (manfaat). Kisah-kisah ini diulang dalam
olahan yang berbeza-beza, ada yang panjang, pendek, keras, lembut
dan menerangkan sudut-sudut yang tidak disentuh pada tempat lain. Di
antara hikmah pengulangan kisah ini ialah:
-
Menerangkan betapa
pentingnya kisah itu kerana pengulangannya menunjukkan ianya
diberi kepentingan.
-
Menekankan kisah
itu supaya kekal dalam sanubari manusia.
-
Mengambil kira
zaman dan keadaan para pendengar. Di dalam surah-surah Mekah,
kebiasaannya kisah diolah dengan ringkas dan tegas, berbeza
dengan kisah dalam surah-surah Madinah.
-
Menjelaskan
kesusateraan al-Quran yang dapat menonjolkan kisah-kisah ini
dalam dua bentuk yang lain mengikut keadaan.
-
Menonjolkan
ketepatan dan kebenaran al-Quran serta pengesahan bahawa ianya
datang daripada Allah Ta‘ala apabila kisah-kisah ini
beulang-ulang tanpa percanggahan.
|
|